Sinergi Kelembagaan Pertanian Sulbar Warnai Partisipasi Kontingen pada PENAS XVII 2026
GORONTALO- Antusiasme dan semangat tinggi ditunjukkan Kontingen Sulawesi Barat dalam mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Tercatat sebanyak 310 peserta dari Sulawesi Barat hadir pada acara pembukaan, sementara 274 peserta mengikuti kegiatan puncak yang berlangsung meriah dan menjadi momentum penting bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
Partisipasi besar Kontingen Sulawesi Barat tersebut tidak terlepas dari peran sentral KTNA Sulawesi Barat yang secara aktif mengoordinasikan, mengonsolidasikan, dan memobilisasi peserta dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat. Sebagai motor penggerak kontingen, KTNA Sulawesi Barat berhasil menghimpun kehadiran 310 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota KTNA, penyuluh pertanian, serta perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan dari tingkat provinsi maupun kabupaten.
Keberhasilan tersebut turut didukung melalui sinergi yang baik dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat serta Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat, sehingga keikutsertaan Kontingen Sulawesi Barat dapat berjalan dengan baik selama seluruh rangkaian kegiatan PENAS XVII.
Sejak hari pertama pelaksanaan, peserta Sulawesi Barat aktif mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari gelar teknologi, temu profesi, rembug utama, pameran pembangunan pertanian, studi lapangan, hingga berbagai forum diskusi yang menjadi wadah bertukar pengalaman dan pengetahuan dengan petani dan nelayan dari seluruh penjuru tanah air.
Kehadiran 274 peserta Sulawesi Barat pada acara puncak menunjukkan komitmen dan semangat yang tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas serta memperluas wawasan dalam mendukung pembangunan pertanian dan perikanan yang lebih maju. Para peserta memanfaatkan momentum PENAS sebagai sarana belajar, membangun jejaring, serta menyerap berbagai inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Kepala BRMP Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Pannikkai, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta Sulawesi Barat. Menurutnya, PENAS merupakan wadah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mempercepat diseminasi inovasi dan teknologi kepada petani dan penyuluh.
“Melalui PENAS, petani, nelayan, dan penyuluh memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari berbagai keberhasilan yang telah diterapkan di daerah lain. Pengalaman dan inovasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pertanian di Sulawesi Barat,” ujarnya.
Bagi KTNA Sulawesi Barat, PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang silaturahmi nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun sektor pertanian. Peran aktif KTNA dalam mengoordinasikan peserta menjadi salah satu faktor penting yang mendorong tingginya partisipasi Kontingen Sulawesi Barat pada kegiatan nasional tersebut.
Melalui sinergi antara KTNA Sulawesi Barat, DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, dan BRMP Sulawesi Barat, diharapkan berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang diperoleh selama PENAS XVII dapat diterapkan di daerah masing-masing guna mempercepat terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan serta mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.(MN)